Aku bukan orang yang peka, jadi seberapa seringpun aku melihat pemandangan itu aku tetap tak mengerti. Kenpa anak kecil itu tetap meyanyi sambil menahan panas. Lalu ibu itu sambil menggendong anaknya menjajakan minuman kepada orang-orang yang seperti aku . orang-orang yang terlalu tak mau tau untuk peduli sampai-sampai mereka harus memaksa tuk meminta belas kasihan.
Bagaimana bisa aku peduli, aku juga sedang sibuk melihat orang yang duduk di didalam mobil mewah disebelahku yang sedang asik mengoyang-goyangkan kepala mengikuti hentakan musik mobile tape. sementara aku sedang asik menahan pengapnya suasana disekitarku. Panas begitu terik, penuh asap knalpot dan harus berdesakan dengan beberapa orang yang sama-sama punya perasaan jenuh seperti aku.
Kenapa para anak kecil tak pernah singgah di mobil mewah itu , para pedagang asongan enggan menawarkan barang jualannya. Padahal jika dibandingkan dengan aku yang tak seberapa ini, mereka pasti punya uang yang lebih banyak. Tapi mereka tak pernah mau membuka jendela mobil yang merupakan batasan antara kehidupan mewahnya dengan fenomena sosial di lampu merah.
Aku jadi teringat sebuah iklan permen green tea yang dibintangi oleh Sandra Dewi, karena iklan itu sangat menggambarkan prilaku para orang kaya bila dilampu merah.
Walaupuna antara aku dan fenomena sosial itu begitu dekat, aku hanya bisa berbuat sedikit. Tidak lebih dari sekedar memberi perhatian dan belaskasihan tanpa kontribusi materil yang mungkin sangat berarti buat para aktivis lampu merah Itu.
Lalu kalau hujan turun mereka beralih jabatan menjadi pembersih kaca mobil, sambil bermain-main dengan hujan mereka mulai bekerja, aku jadi makin tak mengerti apa mereka benar-benar berakting agar ada yang mengkasihani mereka atau mereka benar-benar bekerja keras untuk mendapatkan uang atau aku yang merasa hal itu teralu berlebihan padahal sebenarnya mereka sangat menikmati pekerjaannya itu. Dan tetap saja mereka tidak berani menghampiri mobil mewah itu.
Kenapa?
Bukankah mereka punya lebih banyak uang daripada para sopir angkot yang menjadi objek utama nereka?